Waspada
bakteri pada otak !
Guys,
kalian masih ingat kan penyebab Olga syahputra meninggal ?? yaps beliau
meninggal karena serangan meningitis, yaitu penyakit yang disebabkan MIKROBA
pada organ vital manusia, OTAK.
Banyak
jenis bakteri yang menyerang organ vital manusia ini . bakteri menyebabkan otak
terganggu fungsinya. Kita tahu otak adalah pusat koordinasi. Jika otak diserang
maka bagian tubuh lain akan terganggu kerjanya dan bias menimbulkan kematian.
Bakteri
yang menyerang otak ini termasuk bateri parasit, karena bakteri ini memperoleh
nutrisi dari jaringan dan cairan pada otak sehingga menyebabkan kerusakan otak
dan menimbulkan kematian. dari beberapa penelitian menunjukan bahwa cairan
serebropinal merupakan media yang ideal untuk pertumbuhan kuman.hal ini karena
adanya barrier darah otak yang dapat menghambat antibody dan sel radang untuk
menembus jaringan saraf pusat.oleh karena itu pada cairan serebropinal dan
selaput otak dapat timbul penyakit.
Belakangan
ini kita sering mendengar sebuah infeksi pada selaput otak yang disebut
meningitis. Meningitis ini disebabkan
oleh mikroba baik virus maupun bakteri. Meningitis yang disebabkan bakteri
adalah yang paling berbahaya lho, karena bisa menyebabkan kerusakan otak,
hilangnya pendengaran, gangguan belajar dan
bisa menimbulkan kematian.
Jenis penyakit ini biasanya timbul akibat adanya
infeksi virus.Namun, bisa juga karena infeksi bakteri yang dianggap paling
serius dan dapat mengancam jiwa. Biasanya, infeksi tersebut dapat menular dari
satu orang ke orang lain, misalnya dari batuk, bersin, mencium, berbagi
peralatan makan, sikat gigi, ataupun rokok.Hal itulah yang menjadikan penyakit
ini dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan faktor penyebabnya.
- Streptococcus pneumoniae (pneumococcus)
Kingdom
|
Bacteria
|
Phylum
|
Phylum
|
Class
|
Diplococcic
|
Ordo
|
Lactobacillales
|
Familia
|
Streptoccoceae
|
Genus
|
Streptococcus
|
Spesies
|
Streptococcus pneumoniae
|
Bakteri
ini merupakan penyebab yang paling umum dari penyakit meningitis bakteri pada
bayi, anak-anak, dan orang dewasa di Amerika Serikat.Jenis bakteri ini juga
dapat menyebabkan penyakit pneumonia atau infeksi telinga atau sinus.Namun,
Anda dapat mengurangi risiko terkena infeksi dengan melakukan vaksinasi.jenis
bakteri ini dapat bertahan lama diudara . hal ini karena streptococcus termasuk
bateri gram positif. bakteri gram positif lebih resisten terhadap kekeringan
dibanding bakteri gram negatif. Bakteri ini berkapsul polisakarida berbentuk
oval bulat.pada media yang layak mebentuk rantai pendek. Namun ketika media pertumbuhan
tidak mendukung, bakteri ini membentuk rantai panjang. S. pneumoniae termasuk
anaerob fakultatif yang mapu memfermentasikan berbagai karbohidrat. Mikroba ini
membutuhkan nutrisi yang kompleks seperti darah. Pneumokokus lebih mudah mati dengan fenol, HgCl2, kalium
permanganat dan antisptikum lainnya daripada Mikrokokus dan Streptokokus.
Selain itu, Pneumokokus rentan terhadap sabun, empedu, natrium oleat, zat warna
dan derivat kuinin. Pneumokokus dihambat oleh sulfadiazin, tetapi sering
terjadi resistensi sesudah beberapa dari. Kuman ini sensitif terhadap
penisilin. (Anonim.2008)
- Neisseria meningitidis (meningococcus)
Kerajaan:
|
|
Filum:
|
|
Kelas:
|
|
Ordo:
|
|
Famili:
|
|
Genus:
|
|
Spesies:
|
Neisseria
meningitidis
|
Jenis
bakteri ini juga menjadi penyebab utama dari jenis meningitis bakteri
lainnya.Penyakit meningitis yang diakibatkan oleh penyakit ini disebut dengan
istilah meningitis meningokokus dan biasanya terjadi ketika bakteri hasil
infeksi saluran pernapasan masuk ke dalam aliran darah.Jenis infeksi ini
sangatlah menular dan umumnya dialami oleh remaja dan orang dewasa. Namun kita
dapat mengurangi risiko terkena infeksi ini dengan cara melakukan vaksinasi. Neisseria meningitidis memiliki
kapsul polisakarida antifagosit sehingga sulit dilawan oleh sel fagosit manusia. Bakteri ini hanya
menyerang manusia dan dalam hal ini hewan bukan merupakan pembawanya.Bakteri
ini dapat mengalami otolisis yang cepat terutama dalam lingkungan basa. Bakteri
ini memiliki enzim oksidase. Mikroba ini paling baik tumbuh pada pembenihan
yang mengandung zat-zat organic yang kompleks seperti darah dan protein.
Nasofaring adalah pintu masuk mikroorganisme ini. Dari nasofaring organisme ini
mencapai aliran darah menyembabkan demam tinggi. Keadaan ini bisa timbul jika
tidak ada antibody bersifat bakterisidal (IgG) atau antibody IgA penghambat.
Pencegahan Neisseria meningitidis sendiri dapat dilakukan yaitu dengan cara
jangan minum-minuman yang sama dengan orang yang terkena penyakit Neisseria meningitidis. Orang yang dekat
harus bertemu dengan dokter dengan segera jika gejala muncul
- Haemophilus influenzae (Haemophilus)
Bakteri haemophilus influenzae tipe b (Hib)
umumnya menyerang anak-anak dan menyebabkan penyakit meningitis.Namun, telah
dibuktikan bahwa melakukan imunisasi rutin dengan vaksin Hib dapat mengurangi
jumlah kasus dari jenis meningitis, khususnya di Amerika Serikat. Bakteri ini
temasuk bakteri gram negative dengan pertumbuhan lambat. Pada cairan spinal dan
cairan sendi bakteri ini sebagian besar berbentuk kokobasil. Bakteri ini juga
tumbuh di darah. Sehingga dinamakan Haemo. Kapsul
fosfat fosforibosilribitol fosfat (PRRP) Hib memainkan peranan penting dalam
patogenesis penyakit invasif. Infeksi sistemik selalu disebabkan oleh strain
berkapsul dan semata-mata karena polisakarida kapsul tipe b. Pada manusia,
kerentanan terhadap infeksi sistemik sangat berhubungan dengan ketiadaan
antibodi serum untuk kapsul tipe b. Antibodi untuk kapsul tipe b juga efektif
meningkatkan fagositosis Hib in vitro. H. influenzae yang tidak berkapsul bisa
terdapat pada nasofaring, tanpa menimbulkan gejala penyakit. Di antara
komponenyang paling mempermudah proses infeksi adalah protein membran luar dan
lipooligosakarida (LOS). Setiap jumlah molekul permukaan mampu melakukan fungsi
spesifik yang berhubungan dengan virulensi, seperti penempelan, invasivness,
dan resistensi terhadap fagositosis. Perbedaan yang ditemukan pada protein
membran luar tipe b dapat mencerminkan pengaturan beberapa fungsi tersebut
- Listeria monocytogenes (listeria)
Kingdom
|
Bacteria
|
Phyllum
|
Firmicutes
|
Classis
|
Bacilli
|
Ordo
|
Bacillales
|
Family
|
Listeriaceae
|
Genus
|
Listeria
|
species
|
Listeria monocytogenes
|
Jenis bakteri ini dapat ditemukan dalam keju
luna, hot dog, dan daging. Pasti Anda sering mengkonsumsi ketiga jenis makanan
tersebut. Namun, untungnya, orang yang keadaan tubuhnya sehat bila terkena
bakteri listeria tidak akan menjadi sakit. Tapi, bagi ibu hamil, bayi yang baru
lahir, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah lebih rentan terinfeksi
oleh bakteri ini. Jenis bakteri ini dapat melintasi penghalang plasenta dan
bila sang ibu mengalami infeksi pada akhir kehamilan, hal itu dapat menyebabkan
si bayi meninggal segera setelah lahir.
bakteri ini dapat tumbuh pada suhu cmaupun pada makanan beku. Temperature optimal untuk pertumbuhan mikroba ini adalah 35°-37°C . Bakteri ini mampu tumbuh pada temperatur 1 – 50°C, mampu bertahan hidup pada perlakuan pasteurisasi dengan suhu 72°C selama 15 detik dan dapat hidup pada pH 4,3 – 9,4 . bakteri ini bersifat intraseluler fakultatif dan mampu membunuh makrofag secara in vitro. Bakteri ini juga bergerak dengan flagella dan sangat kuat.
bakteri ini dapat tumbuh pada suhu cmaupun pada makanan beku. Temperature optimal untuk pertumbuhan mikroba ini adalah 35°-37°C . Bakteri ini mampu tumbuh pada temperatur 1 – 50°C, mampu bertahan hidup pada perlakuan pasteurisasi dengan suhu 72°C selama 15 detik dan dapat hidup pada pH 4,3 – 9,4 . bakteri ini bersifat intraseluler fakultatif dan mampu membunuh makrofag secara in vitro. Bakteri ini juga bergerak dengan flagella dan sangat kuat.
Daur
hidup dari L.monocytogenes adalah bagian
dari pertahanan normal sel inang terhadap infeksi, sel darah putih
(macrophages) memakan Listeria (fagositosis) untuk membunuh bakteri tersebut.
Meskipun demikian, Listeria akan membentuk enzim spesifik untuk membantunya
lolos dari “perut” sel (lisosom) dan masuk ke sitoplasma. Listeria menghindar
dari sistem imunitas dengan tumbuh dalam sitoplasma sel inang.
Setelah
masuk ke sel sitoplasma sel inang, Listeria segera mengumpulkan protein dari
sel inang untuk membentuk ekor yang menyerupai roket (rocket-like tails) yang
mengandung F-actin. Ekor F-aktin ini menggerakkan bakteri ke seleruh
sitoplasma. Ketika bertemu dengan membran luar sel, Listeria akan merusak
bentuk dari membrane dan akan berusaha menginfeksi sel-sel yang lain. Bakteri
kemudian akan mengatur perlindungan dari membrane luar sel inang. Tidak lama
kemudian, sel inang akan penuh dengan bakteri dan pecah. Sel-sel yang
berdekatan dengan sel inang tersebut kemudian terinfeksi,
daftar pustaka
