sepak terjang Mycobacterium
leprae
Mycobacterium
leprae, juga disebut Basillus Hansen merupakan gram-positif berbentuk tongkat.
Mycobacterium leprae mirip dengan Mycobacterium tuberculosis dalam besar dan
bentuknya. Mycobakterium leprae ditemukan oleh Hansen (1873). Penyakit ini tersebar luas di
seluruh dunia terutama di afrika (5-20%), Asia 0,42 %, dan menurut WHO di
seluruh dunia terdapat 0,5-5 Juta penderita. (Mursalim.2010)
Bakteri ini
diklasifikasi masuk kedalam Kingdom Bacteria karena karakteristiknya sesuai
dengan organisme bakteri prokariotik. Karena M.leprae bakteri gram positif maka
masuk kedalam filum Actinobacteria. Bakteri ini masuk kedalam Ordo
Actinomycetales karena anggota Actinomycetales adalah organisme gram positif
yang sulit untuk dikultur dan bersifat pathogen pada manusia, tanaman dan
hewan. M. leprae termasuk ke dalam sub ordo Corynebacterineae karena
karakteristik dasar dari kelompok ini adalah gram positif, bentuk batang, dan
dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Sebagian menyerang limfa dan kulit. M.leprae
termasuk Famili Mycobacteriaceae. Family ini terkenal sebagai kelompok yang
menyebabkan penyakit parah pada mamalia yang termasuk bakteri tahan asam, gram
positif, non-motil dan tidak memiliki membrane luar. Genus dari M.leprae adalah
Mycobacterium karena bakteri ini memiliki lilin di dinding sel, tidak memiliki
membrane luar, non-motil, dan tahan asam. Spesies bakteri ini adalah Mycobacterium leprae. (Isthofiyani.2013)
Micobakterium leprae adalah bakteri aerob obligat. Energi didapat dari
oksidasi senyawa karbon yang sederhana. CO2 dapat merangsang pertumbuhan. Aktivitas
biokimianya tidak khas, dan laju pertumbuhannya lebih lambat dari bakteri lain. Waktu pembelahan adalah sekitar 18 jam. Suhu pertumbuhan optimum 37ยบ C. Koloni cembung, kering dan kuning gading.
|
Gambar mikroskopik pewarnaan asam
Mycobacterium leprae
|
Lepra
adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium leprae yang
menyerang saraf perifer dan kulit penderita. Lepra terutama didapatkan dari
daerah tropis dan subtropis yang udaranya panas dan lembab pada lingkungan
hidup yang tidak sehat.Penyakit akibat bakteri ini dapat menimbulkan kelainan secara fisik berupa
makula halus bulat di pantat, kaki, lengan, punggung dan pipi.
Para ahli mengatakan bahwa penyakit Kusta dapat ditularkan melalui saluran
pernafasan dan juga melalui kulit. Walau tidak terdapat hukum-hukum pasti
penularan Kusta ini, perlu diketahui bahwa jalan keluar dari kuman Kusta ini
adalah melalui selaput lendir hidung penderita. Namun ada beberapa artikel yang
menyatakan bahwa penularan Kusta ini melalui sekret hidung penderita yang telah
mengering dimana basil dapat hidup 2 -7 hari. Cara penularan lain yang umumnya diungkapkan adalah
melalui kulit ke kulit, namun dengan syarat tertentu. Karena tidak semua
sentuhan kulit ke kulit itu dapat menyebabkan penularan. Tetapi Pengaruh
masuknya M. Leprae terhadap manusia sehingga timbul penyakit kusta
bergantung beberapa faktor yaitu Faktor imunitas, sumber penularan (keluarga)
Upaya pemutusan mata rantai penularan dapat dilakukan
melalui : Pengobatan pada penderita kusta, Isolasi (Namun hal ini tidak dianjurkan karena penderita yang sudah berobat tidak akan menularkan penyakitnya
ke orang lain) dan Vaksinasi
pada kontak serumah dengan penderita penyakit kusta.
Sampai saat ini kusta hanya pernah ditemukan menginfeksi manusia. Hal ini
juga menjadi pemersulit pembiakkan M leprae. M leprae belum dapat dibiakkan
dengan medium buatan maupun biakan sel. Kusta
merupakan penyakit yang menyeramkan dan ditakuti oleh karena dapat terjadi
ulserasi, mutilasi dan deformitas. Penderita kusta bukan menderita karena
penyakitnya saja, tetapi juga karena dikucilkan dari masyarakat disekitarnya.
Hal ini akibat kerusakan saraf besar yang ireversibel di wajah dan ekstremitas,
motorik dan sensorik, serta dengan adanya anestetik disertai paralisis dan
atrofi otot.
semoga bermanfaat :)
Referensi
:




