Minggu, 07 Juni 2015











sepak terjang Mycobacterium leprae






Mycobacterium leprae, juga disebut Basillus Hansen merupakan gram-positif berbentuk tongkat. Mycobacterium leprae mirip dengan Mycobacterium tuberculosis dalam besar dan bentuknya. Mycobakterium leprae ditemukan oleh Hansen (1873). Penyakit ini tersebar luas di seluruh dunia terutama di afrika (5-20%), Asia 0,42 %, dan menurut WHO di seluruh dunia terdapat 0,5-5 Juta penderita. (Mursalim.2010)
Bakteri ini diklasifikasi masuk kedalam Kingdom Bacteria karena karakteristiknya sesuai dengan organisme bakteri prokariotik. Karena M.leprae bakteri gram positif maka masuk kedalam filum Actinobacteria. Bakteri ini masuk kedalam Ordo Actinomycetales karena anggota Actinomycetales adalah organisme gram positif yang sulit untuk dikultur dan bersifat pathogen pada manusia, tanaman dan hewan. M. leprae termasuk ke dalam sub ordo Corynebacterineae karena karakteristik dasar dari kelompok ini adalah gram positif, bentuk batang, dan dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Sebagian menyerang limfa dan kulit. M.leprae termasuk Famili Mycobacteriaceae. Family ini terkenal sebagai kelompok yang menyebabkan penyakit parah pada mamalia yang termasuk bakteri tahan asam, gram positif, non-motil dan tidak memiliki membrane luar. Genus dari M.leprae adalah Mycobacterium karena bakteri ini memiliki lilin di dinding sel, tidak memiliki membrane luar, non-motil, dan tahan asam. Spesies bakteri ini adalah  Mycobacterium leprae. (Isthofiyani.2013)



        Micobakterium leprae adalah bakteri aerob obligat. Energi didapat dari oksidasi senyawa karbon yang sederhana. CO2 dapat merangsang pertumbuhan. Aktivitas biokimianya tidak khas, dan laju pertumbuhannya lebih lambat dari bakteri lain. Waktu pembelahan adalah sekitar 18 jam. Suhu pertumbuhan optimum 37ยบ C. Koloni cembung, kering dan kuning gading.

Gambar mikroskopik pewarnaan asam Mycobacterium leprae
  


     Lepra adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium leprae yang menyerang saraf perifer dan kulit penderita. Lepra terutama didapatkan dari daerah tropis dan subtropis yang udaranya panas dan lembab pada lingkungan hidup yang tidak sehat.Penyakit akibat bakteri ini dapat menimbulkan kelainan secara fisik berupa makula halus bulat di pantat, kaki, lengan, punggung dan pipi.


      Para ahli mengatakan bahwa penyakit Kusta dapat ditularkan melalui saluran pernafasan dan juga melalui kulit. Walau tidak terdapat hukum-hukum pasti penularan Kusta ini, perlu diketahui bahwa jalan keluar dari kuman Kusta ini adalah melalui selaput lendir hidung penderita. Namun ada beberapa artikel yang menyatakan bahwa penularan Kusta ini melalui sekret hidung penderita yang telah mengering dimana basil dapat hidup 2 -7 hari. Cara penularan lain yang umumnya diungkapkan adalah melalui kulit ke kulit, namun dengan syarat tertentu. Karena tidak semua sentuhan kulit ke kulit itu dapat menyebabkan penularan. Tetapi Pengaruh masuknya M. Leprae terhadap manusia sehingga timbul    penyakit kusta bergantung beberapa faktor yaitu Faktor imunitas, sumber penularan (keluarga)
Upaya pemutusan mata rantai penularan dapat dilakukan melalui : Pengobatan pada penderita kusta, Isolasi (Namun hal ini tidak dianjurkan karena penderita yang sudah berobat tidak akan menularkan penyakitnya ke orang lain) dan Vaksinasi pada kontak serumah dengan penderita penyakit kusta.
            Sampai saat ini kusta hanya pernah ditemukan menginfeksi manusia. Hal ini juga menjadi pemersulit pembiakkan M leprae. M leprae belum dapat dibiakkan dengan medium buatan maupun biakan sel. Kusta merupakan penyakit yang menyeramkan dan ditakuti oleh karena dapat terjadi ulserasi, mutilasi dan deformitas. Penderita kusta bukan menderita karena penyakitnya saja, tetapi juga karena dikucilkan dari masyarakat disekitarnya. Hal ini akibat kerusakan saraf besar yang ireversibel di wajah dan ekstremitas, motorik dan sensorik, serta dengan adanya anestetik disertai paralisis dan atrofi otot.

semoga bermanfaat :)

Referensi :