Jumat, 24 April 2015


Waspada bakteri pada otak !

Guys, kalian masih ingat kan penyebab Olga syahputra meninggal ?? yaps beliau meninggal karena serangan meningitis, yaitu penyakit yang disebabkan MIKROBA pada organ vital manusia, OTAK.

Banyak jenis bakteri yang menyerang organ vital manusia ini . bakteri menyebabkan otak terganggu fungsinya. Kita tahu otak adalah pusat koordinasi. Jika otak diserang maka bagian tubuh lain akan terganggu kerjanya dan bias menimbulkan kematian.

Bakteri yang menyerang otak ini termasuk bateri parasit, karena bakteri ini memperoleh nutrisi dari jaringan dan cairan pada otak sehingga menyebabkan kerusakan otak dan menimbulkan kematian. dari beberapa penelitian menunjukan bahwa cairan serebropinal merupakan media yang ideal untuk pertumbuhan kuman.hal ini karena adanya barrier darah otak yang dapat menghambat antibody dan sel radang untuk menembus jaringan saraf pusat.oleh karena itu pada cairan serebropinal dan selaput otak dapat timbul penyakit.
Belakangan ini kita sering mendengar sebuah infeksi pada selaput otak yang disebut meningitis.  Meningitis ini disebabkan oleh mikroba baik virus maupun bakteri. Meningitis yang disebabkan bakteri adalah yang paling berbahaya lho, karena bisa menyebabkan kerusakan otak, hilangnya pendengaran,  gangguan belajar dan bisa menimbulkan kematian.
Jenis penyakit ini biasanya timbul akibat adanya infeksi virus.Namun, bisa juga karena infeksi bakteri yang dianggap paling serius dan dapat mengancam jiwa. Biasanya, infeksi tersebut dapat menular dari satu orang ke orang lain, misalnya dari batuk, bersin, mencium, berbagi peralatan makan, sikat gigi, ataupun rokok.Hal itulah yang menjadikan penyakit ini dibedakan menjadi beberapa jenis sesuai dengan faktor penyebabnya.
  • Streptococcus pneumoniae (pneumococcus)
Kingdom
Bacteria
Phylum
Phylum
Class
Diplococcic
Ordo
Lactobacillales
Familia
Streptoccoceae
Genus
Streptococcus
Spesies
Streptococcus pneumoniae

Bakteri ini merupakan penyebab yang paling umum dari penyakit meningitis bakteri pada bayi, anak-anak, dan orang dewasa di Amerika Serikat.Jenis bakteri ini juga dapat menyebabkan penyakit pneumonia atau infeksi telinga atau sinus.Namun, Anda dapat mengurangi risiko terkena infeksi dengan melakukan vaksinasi.jenis bakteri ini dapat bertahan lama diudara . hal ini karena streptococcus termasuk bateri gram positif. bakteri gram positif lebih resisten terhadap kekeringan dibanding bakteri gram negatif. Bakteri ini berkapsul polisakarida berbentuk oval bulat.pada media yang layak mebentuk rantai pendek. Namun ketika media pertumbuhan tidak mendukung, bakteri ini membentuk rantai panjang. S. pneumoniae termasuk anaerob fakultatif yang mapu memfermentasikan berbagai karbohidrat. Mikroba ini membutuhkan nutrisi yang kompleks seperti darah. Pneumokokus lebih mudah mati dengan fenol, HgCl2, kalium permanganat dan antisptikum lainnya daripada Mikrokokus dan Streptokokus. Selain itu, Pneumokokus rentan terhadap sabun, empedu, natrium oleat, zat warna dan derivat kuinin. Pneumokokus dihambat oleh sulfadiazin, tetapi sering terjadi resistensi sesudah beberapa dari. Kuman ini sensitif terhadap penisilin. (Anonim.2008)

  • Neisseria meningitidis (meningococcus)
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Neisseria meningitidis

Jenis bakteri ini juga menjadi penyebab utama dari jenis meningitis bakteri lainnya.Penyakit meningitis yang diakibatkan oleh penyakit ini disebut dengan istilah meningitis meningokokus dan biasanya terjadi ketika bakteri hasil infeksi saluran pernapasan masuk ke dalam aliran darah.Jenis infeksi ini sangatlah menular dan umumnya dialami oleh remaja dan orang dewasa. Namun kita dapat mengurangi risiko terkena infeksi ini dengan cara melakukan vaksinasi. Neisseria meningitidis  memiliki kapsul polisakarida antifagosit sehingga sulit dilawan  oleh sel fagosit manusia. Bakteri ini hanya menyerang manusia dan dalam hal ini hewan bukan merupakan pembawanya.Bakteri ini dapat mengalami otolisis yang cepat terutama dalam lingkungan basa. Bakteri ini memiliki enzim oksidase. Mikroba ini paling baik tumbuh pada pembenihan yang mengandung zat-zat organic yang kompleks seperti darah dan protein. Nasofaring adalah pintu masuk mikroorganisme ini. Dari nasofaring organisme ini mencapai aliran darah menyembabkan demam tinggi. Keadaan ini bisa timbul jika tidak ada antibody bersifat bakterisidal (IgG) atau antibody IgA penghambat.
Pencegahan Neisseria meningitidis sendiri dapat dilakukan yaitu dengan cara jangan minum-minuman yang sama dengan orang yang terkena penyakit Neisseria meningitidis. Orang yang dekat harus bertemu dengan dokter dengan segera jika gejala muncul

  • Haemophilus influenzae (Haemophilus)
Bakteri haemophilus influenzae tipe b (Hib) umumnya menyerang anak-anak dan menyebabkan penyakit meningitis.Namun, telah dibuktikan bahwa melakukan imunisasi rutin dengan vaksin Hib dapat mengurangi jumlah kasus dari jenis meningitis, khususnya di Amerika Serikat. Bakteri ini temasuk bakteri gram negative dengan pertumbuhan lambat. Pada cairan spinal dan cairan sendi bakteri ini sebagian besar berbentuk kokobasil. Bakteri ini juga tumbuh di darah. Sehingga dinamakan Haemo. Kapsul fosfat fosforibosilribitol fosfat (PRRP) Hib memainkan peranan penting dalam patogenesis penyakit invasif. Infeksi sistemik selalu disebabkan oleh strain berkapsul dan semata-mata karena polisakarida kapsul tipe b. Pada manusia, kerentanan terhadap infeksi sistemik sangat berhubungan dengan ketiadaan antibodi serum untuk kapsul tipe b. Antibodi untuk kapsul tipe b juga efektif meningkatkan fagositosis Hib in vitro. H. influenzae yang tidak berkapsul bisa terdapat pada nasofaring, tanpa menimbulkan gejala penyakit. Di antara komponenyang paling mempermudah proses infeksi adalah protein membran luar dan lipooligosakarida (LOS). Setiap jumlah molekul permukaan mampu melakukan fungsi spesifik yang berhubungan dengan virulensi, seperti penempelan, invasivness, dan resistensi terhadap fagositosis. Perbedaan yang ditemukan pada protein membran luar tipe b dapat mencerminkan pengaturan  beberapa fungsi tersebut



  • Listeria monocytogenes (listeria)
Kingdom
Bacteria
Phyllum
Firmicutes
Classis
Bacilli
Ordo
Bacillales
Family
Listeriaceae
Genus
Listeria
species
Listeria monocytogenes

Jenis bakteri ini dapat ditemukan dalam keju luna, hot dog, dan daging. Pasti Anda sering mengkonsumsi ketiga jenis makanan tersebut. Namun, untungnya, orang yang keadaan tubuhnya sehat bila terkena bakteri listeria tidak akan menjadi sakit. Tapi, bagi ibu hamil, bayi yang baru lahir, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah lebih rentan terinfeksi oleh bakteri ini. Jenis bakteri ini dapat melintasi penghalang plasenta dan bila sang ibu mengalami infeksi pada akhir kehamilan, hal itu dapat menyebabkan si bayi meninggal segera setelah lahir.
bakteri ini dapat tumbuh pada suhu cmaupun pada makanan beku. Temperature optimal untuk pertumbuhan mikroba ini adalah 35
°-37°C . Bakteri ini mampu tumbuh pada temperatur 1 – 50°C, mampu bertahan hidup pada perlakuan pasteurisasi dengan suhu 72°C selama 15 detik dan dapat hidup pada pH 4,3 – 9,4 .  bakteri ini bersifat intraseluler fakultatif dan mampu membunuh makrofag secara in vitro. Bakteri ini juga bergerak dengan flagella dan sangat kuat.
Daur hidup dari L.monocytogenes  adalah bagian dari pertahanan normal sel inang terhadap infeksi, sel darah putih (macrophages) memakan Listeria (fagositosis) untuk membunuh bakteri tersebut. Meskipun demikian, Listeria akan membentuk enzim spesifik untuk membantunya lolos dari “perut” sel (lisosom) dan masuk ke sitoplasma. Listeria menghindar dari sistem imunitas dengan tumbuh dalam sitoplasma sel inang.
Setelah masuk ke sel sitoplasma sel inang, Listeria segera mengumpulkan protein dari sel inang untuk membentuk ekor yang menyerupai roket (rocket-like tails) yang mengandung F-actin. Ekor F-aktin ini menggerakkan bakteri ke seleruh sitoplasma. Ketika bertemu dengan membran luar sel, Listeria akan merusak bentuk dari membrane dan akan berusaha menginfeksi sel-sel yang lain. Bakteri kemudian akan mengatur perlindungan dari membrane luar sel inang. Tidak lama kemudian, sel inang akan penuh dengan bakteri dan pecah. Sel-sel yang berdekatan dengan sel inang tersebut kemudian terinfeksi,

      
daftar pustaka

38 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. sudah saya baca dan menarik ;). baru tau saya ternyata ada bakteri yang tinggal di dalam otak yaa. saya mau tambahkan sedikit informasi yang semoga bermanfaat bagi kita semua. mungkin dari artikel yang kamu jelaskan itu adalah dampak sisi negatif bakteri yang berakibat pada tubuh manusia. saya mau menambahkan bahwa bakteri tersebut juga memiliki manfaat loh ;). dari penelitian yan dilakukan di di University of Pennsylvania School of Veterinary Medicine dan Perelman School of Medicine.

    Sebagai contoh, sel-sel kekebalan tubuh dan neuron memproduksi dan merasakan banyak bahan kimia yang sama. Sejak mikroba yang memiliki efek pada sistem kekebalan tubuh bahwa mikroba berinteraksi dengan otak melalui sistem kekebalan tubuh. Tapi data yang kita telah dihasilkan sejauh ini menunjukkan bahwa mikroba berinteraksi dengan otak dengan memproduksi molekul bahwa perilaku dampak tanpa mengubah sistem kekebalan tubuh. Meskipun kita tidak mengesampingkan link kekebalan tubuh, dan ada mekanisme yang molekul mikroba dapat langsung berinteraksi dengan sistem saraf. dan kamu bisa lihat selengkapnay dari referensi ini -->
    http://www.livescience.com/49373-google-hangout-on-brain-and-microbiome.html

    semua bakteri tentunya ada manfaat dan juga kerugiannya bagi manusia. itu saja makasih ;)

    BalasHapus
  3. saya berapresiasi sekali dengan artikel suadah ini, betapa berharganya hidup kita dan harus kita jaga karena menurut artkel kesehatan yang saya baca meningitis ini disebab kan oleh keadaan imunitas tubuh yg kurang.
    saya pun sepakat dengan artikel yang dimaksud kak firda, pada tubuh kita pun terdapat bakteri yang bermanfaat, karena berperan membantu sistem tubuh kita.
    saya sekedar hanya ingin menambah kan ya suadah, ternyata penyebab penyakit meningitis ini bermacam-macam, ada meningitis karena virus, meningitis karena bakteri, meningitis karena jamur, meningitis karena parasit(ada amoeba mikroskopis masuk ke dalam tubuh), meningitis non infeksi
    untuk lebih jelasnya saya jelaskan satu-satu ya sebaga tambahan..
    1. meningitis karena virus, Meningitis virus dapat disebabkan oleh bermacam virus, yang menular dari orang ke orang melalui batuk atau bersin, atau karena kebersihan dan sanitasi yang buruk. Pada kasus yang cukup langka, jenis serangga tertentu seperti nyamuk dan kutu diperkirakan dapat menularkan virus ini. Gigitan serangga merupakan jalan bagi virus untuk masuk tubuh melalui aliran darah untuk selanjutnya ke otak.Pada sebagian kecil kasus, meningitis virus dapat diatasi dengan pemberian obat anti virus tertentu yang khusus memerangi virus jenis tertentu. Penderita bisa sembuh, namun pusing, kelemahan dan depresi bisa berlangsung lebih lama atau bahkan menetap.
    2. meningitis karena bakteri, sama seperti beberapa bakteri yang sudah diuraikan oleh saudari suadah.. lebh jelas nya seperti ini
    meningitis yang disebabkan bakteri ini jarang terjadi, Bakteri dapat disebarkan melalui pengeluaran napas dan sekresi tenggorokan, seperti batuk dan mencium, namun bakteri ini tidak dapat hidup di luar tubuh dalam waktu yang lama, ada beberapa bakteri:
    -Meningococcus umum menyerang anak-anak usia 2 hingga 18 tahun yang penyebarannya melalui tetesan pernapasan (droplet) dan kontak jarak dekat. Namun meskipun begitu, hanya sedikit yang sampai mengembangkan meningitis (belum diketahui alasannya pastinya). Meningitis meningococcus paling sering mengenai bayi kurang dari satu tahun.
    -Pneumococcus adalah jenis bakteri meningitis yang paling umum dan juga paling serius. Mereka yang berisiko tinggi adalah yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
    -Pengembangan vaksin Haemophilus influenzae b telah secara drastis menurunkan jumlah kasus meningitis di Amerika Serikat, dan orang-orang yang bekerja atau berada di pusat-pusat penitipan anak yang berisiko tinggi tertular meningitis haemophilus
    -Listeria monocytogenes merupakan penyebab meningitis yang paling sering pada neonatus, wanita hamil, orang lanjut usia (diatas 60 tahun), dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah (immunocompromised), seperti penderita HIV atau AIDS, penderita kanker, ibu hamil, kelainan genetik atau sedang menjalani kemoterapi atau terapi radiasi untuk pengobatan kanker.
    3. Meningitis karena jamur termasuk kejadian yang cukup langka, biasanya merupakan dampak dari penyebaran jamur melalui darah ke sumsum tulang belakang. sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV, kanker dan penyakit tertentu adalah yang paling berisiko.
    Penyebab meningitis jamur yang paling sering pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah adalah Cryptococcus. Cryptococcus menjadi penyebab meningitis paling umum pada orang dewasa di Afrika. Meningitis jamur tidak menular dari orang ke orang, tapi diyakini jamur seperti Cryptococcus ditransmisikan ke tubuh karena menghirup tanah yang sudah terkontaminasi kotoran burung. Meningitis jamur baru akan berkembang setelah jamur masuk ke aliran darah dari suatu tempat dari tubuh, untuk selanjutnya sampai ke sistem saraf pusat. Seseorang juga berisiko tinggi terkena meningitis jamur setelah mengonsumsi obat-obat tertentu yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti obat steroid (deksametason, prednison), obat-obat yang diberikan pasca transplantasi organ, obat anti-TNF yang terkadang diberikan untuk mengobati rheumatoid arthritis atau kondisi autoimun lainnya. (bersambung)

    BalasHapus
  4. (lanjutan)

    4. meningitis parasit langka yang menyebabkan infeksi otak yang berakibat fatal. Parasit akan masuk ke tubuh melalui hidung, dan ini disebabkan oleh amoeba mikroskopis (organisme hidup bersel tunggal) Naegleria fowleri. Biasanya ini terjadi pada saat berenang atau menyelam di tempat-tempat air tawar hangat, seperti danau dan sungai. Setelah masuk melalui hidung, Naegleria fowleri selanjutnya menuju ke otak di mana ia akan menghancurkan jaringan otak dan terjadilah primary amebic meningoencephalitis (PAM). PAM tidak dapat ditularkan dari orang ke orang.
    5. Jenis meningitis yang satu ini tidak menular dari orang ke orang. Meningitis non infeksi dapat disebabkan oleh kanker, lupus eritematosus sistemik, obat-obatan tertentu, cedera kepala dan operasi pada otak.
    kira-kira seperti itulah suadah... kesimpulannya, kita harus sadaar dalam menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sekitar.. dan tidak selalu krna bakteri, penderita kanker yang sedang kemoterapi pun bisa mengalami komplikasi menjadi meningitis
    naudzubillahimindzalik... sehat-sehat ya teman-teman
    sumber : http://www.medkes.com/2014/08/gejala-penyebab-pengobatan-meningitis.html

    BalasHapus
  5. Artikel yangdibuat sangat memberi wawsan dan kewaspadaan pada diri kita untuk menjaga kesehatan tubuh dengan menjaga imunitas tubuh. Saya setuju dengan pendapat Saudari Suadah mengenai bakteri pada otak. Sangat benar sekali, bahwa bakteri yang berada di otak dapat menyebabkan radang selaput otak atau dikenal dengan meningitis. Penyakit meningitis ini disebabkan oleh bakteri yang masuk kedalam darah dan cairan otak sehingga bakteri dapat menyerang otak manusia. Sudah banyak korban yang ditularkan mikroba atau bakteri dari radang selaput otak ini, baru saja kita ditinggalkan Artis yaitu Olga Syahputra yang meninggal dikarenakan bakteri yang berkembang pada otak atau penyakit meningitis ini. Sampai saat ini, belum ada yang orang yang sembuh karena penyakit meningitis itu yang diakhiri oleh kematian. Mungkin, karena bakteri sudah menguasai bagian otak manusia yang merupakan pusat pengontrol sehingga manusia pun tidak dapat bertahan lebih lama.
    Lebih baik kita mencegah faktor-faktor yang dapat menimbulkan meningitis agar kita tetap sehat dan dapat beraktivitas. Jagalah pola makan dan perlindungan badan yang kuat agar bakteri tidak gampang untuk masuk ke dalam tubuh terutama otak. Pada http://anitanet.staff.ipb.ac.id/files/2013/01/Penyakit-Meningitis-Radang-Otak.pdf terdapat informasi mengenai meningitis secara mendalam untuk lebih dapat menyempurnakan artikel Anda.

    BalasHapus
  6. artikel yang ditulis oleh saudari suadah ini sangat menginspirasi kita untuk lebih waspada terhadap bakteri yang menyebabkan penyakit meningitis yang menyerang otak ini, karena otak merupakan saraf pusat dalam tubuh kita tentunya penyakit ini cukup mengerikan bagi semua orang, untuk itu saya ingin menambahkan sedikit pencegahan dari penyakit meningitis ini, di antaranya ialah :
    1. Mencuci tangan
    2 Berlatih hidup higienis
    3. Pola hidup sehat
    4. Menutup mulut saat bersin atau batuk
    5. Jika sedang hamil, berhati-hati dalam memilih makanan
    Banyak kasus meningitis virus dan bakteri bisa dicegah dengan berbagai macam vaksin. Bicarakan dengan dokter jika Anda tidak yakin apakah vaksinasi Anda yang terbaru atau tidak. Vaksin yang sudah tersedia antara lain:

    1. Vaksin MMR (campak, gondongan dan campak Jerman): Dapat diberikan pada umur 12 bulan, vaksin ulangan umur 5-7 tahun
    2. Vaksin pneumokokus (PCV): Usia di bawah 1 tahun diberikan setiap dua bulan sekali, di atas dua tahun cukup diberikan sekali
    3. Vaksinasi DTaP/IPV/Hib: Perlindungan pada bakteri Hib, difteri, batuk, tetanus dan virus polio
    selengkapnya dapat dilihat pada link ini http://www.alodokter.com/meningitis
    /pencegahan

    terimakasih dan nice suadaaah ;-)

    BalasHapus
  7. artikel suadah membuat kita sadar akan ada bakteri di dalam otak, semoga kita semua diberikan kesehatan amiin..
    saya ingin menambahkan sebaiknya suadah menambahkan gejala-gejala yang timbul pada manusia yang terkena penyakit miningitis, salah satunya adalah sakit kepala parah tanpa sebab yang jelas.
    dan mau menambahkan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit miningitis yaitu Haemophilus influenzae (Haemophilus) dan Listeria monocytogenes (listeria). suadah bisa lihat di sumber ini terimakasih^^
    sumber : http://health.liputan6.com/read/672372/meningitis-radang-selaput-otak-dan-sumsum-tulang-belakang

    BalasHapus
  8. artikel yang bagus suadah :)
    meningitis sangat mengerikan yah ternyata, tidak hanya dari bakteri bahkan virus juga menjadi penyebabnya.
    ada berita menghebohkan yang berasal dari seorang anak kecil yang menderita meningitis aneh. Kali Hardig, sang anak, berenang di Willow Springs Water Park di Little Rock, Arkansas. Beberapa jam setelah itu, Kali muntah-muntah. Dia terus menangis dan mengeluh kepalanya sakit. Sang ibu akhirnya membawa Kali ke rumah sakit di Arkansas. Kali saat ini masih koma.

    Dari uji laboratorium dan pemeriksaan lainnya, Kali diketahui menderita meningitis aneh. Rupanya, selaput otaknya digerogoti amuba pemakan otak—penyebab meningitis yang sangat langka itu. Amoeba pemakan otak, baca selengkapnya di http://www.tempo.co/read/news/2013/08/02/061501803/Amuba-Pemakan-Otak-Berkeliaran-di-Kolam-Renang
    semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. artikenya sangan informatif. saya sekarang jadi tahu, ternyata di otak manusiapun terdaat mikroba yang berbahaya bagi kita. salah satu mikrobanya adalah Listeria monocytogenes (listeria). memang bakteri ini serinbg menyerang anak -anak, orang yang sedang sakit atau sistem imunnya kurang dan orang lanjut usia tapi ternyata Orang sehat juga dapat terinfeksi bakteri Listeria, dan menyebabkan gejala jangka pendek yang muncul seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut dan diare. - bisa dilihat di http://www.depkes.go.id/article/view/15012800001/mengenal-bakteri-listeria-monocytogenes.html. trimakasih suadah :)

    BalasHapus
  11. Artikel suadah baik sekali menginformasikan tentang mikroba yang ada di dalam otak,banyak berita tentang penyakit ini yaitu miningitis ternyata berbahaya ya penyakit ini ..

    saya hanya ingin menambahkan tentang artikel ini
    Jenis Penyakit Meningitis
    Dilihat dari jenisnya ada 2 jenis utama penyakit meningitis yakni :
    1. Meningitis Viral. Penyakit meningitis viral ini biasanya tidak menyababkan penyakit serius. Dalam kondisi yang parah, penyakit meningitis jenis ini dapat menyebabkan panas demam berkepanjang disertai dengan kejang-kenjang.
    2. Meningitis Bakteri. Penyakit meningitis bakteri ini tidak bisa dianggap sepele, karena meningitis yang disebabkan oleh bakteri begitu serius dan harus mendapatkan perawatan serta pengobatan yang serius untuk mencegah kerusakan otak dan keluhan tubuh yang berkelanjutan yang akhirnya beresiko pada kematian.
    Apa itu meningitis viral?
    Meningitis viral adalah meningitis yang disebabkan oleh virus, dan ini merupakan jenis terbanyak dari meningitis. Meningitis viral disebut juga meningitis aseptik karena tidak ditemukan adanya bakteri dalam darah pasien. Meningitis jenis ini umumnya ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari, dengan memperkuat daya tahan tubuh. Namun karena gejalanya mirip dengan meningitis bakterial, maka jika ada gejala-gejala serupa seperti yang disebutkan di atas, segera saja dibawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Ada beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan meningitis viral, antara lain enterovirus (meliputi enteroviruses, coxsackieviruses, dan echoviruses), virus cacar, herpes virus (spt Epstein-Barr virus, herpes simplex viruses, dan varicella-zoster virus) virus campak, dan juga virus influenza. Namun untuk mengetahui apakah meningitis disebabkan oleh virus atau bakteri, tetap harus dilakukan uji kultur yang berasal dari cairan spinal pasien.
    Pasien dengan meningitis viral umumnya tidak perlu pengobatan khusus, dan disarankan untuk istirahat total (bed rest), minum banyak cairan, dan pengobatan untuk mengatasi gejala saja, seperti analgesik antipiretik untuk mengilangkan rasa sakit (sakit kepala), dan menurunkan demam.

    Seperti dilansir dari Mayoclinic, Jumat (11/6/2010), orang-orang yang rentan terkena meningitis adalah:

    1. Usia
    Kebanyakan meningitis yang disebabkan oleh virus dan bakteri terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Namun, sejak pertengahan tahun 1980-an, setelah adanya vaksin untuk anak, pasien meningitis bergeser dari usia 15 bulan sampai 25 tahun baca selengkapnya di http://health.detik.com/read/2010/06/11/110050/1376157/766/2/orang-orang-yang-rentan-terkena-penyakit-radang-otak

    Tanda dan Gejala yang Muncul Pada Pasien yang Menderita Meningitis
    Tanda dan gejala penyakit meningitis yang umum dikalangan pasien usia remaja dan dewasa adalah leher kaku dan terasa sakit, terutama ketika anda mencoba untuk menempatkan dagu pada bagian dada. Sedangkan gejala lainnya yang mungkin ditimbulkan adalah demam, kejang, muntah, kepala yang terasa nyeri, hingga hilangnya kesadaran.
    Sementara itu, anak-anak, orang dewasa dengan orang yang memiliki riwayat medis yang bermasalah mungkin memiliki gejala penyakit meningitis yang berbeda. Pada bayi gejala yang perlihatkan mungkin akan sedikit sulit dikenali, karena umunya mereka belum bisa menunjukan detail ekspresi, hanya saja mungkin bayi menjadi rewel dan tak mau makan, timbulnya ruam yang ketika disentuh akan membuat mereka menangis. Sementara itu, gejala pada anak mirip seperti flu, yakni dapat berupa batuk atau kesulitan saat bernafas. Sedangkan gejala yang akan timbul pada orang dewasa atau orang yang lebih tua dengan orang yang memiliki riwayat medis yang bermasalah mungkin hanya berupa sakit kepala yang disertai dengan demam.
    Terima kasih semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  12. Artikel yang ditulis oleh saudari Suadah sangat bermanfaat sekali. Meningitis memanglah menjadi penyakit yang sedang naik daun pada saat ini. Menurut sumber yang saya baca, ternyata penularan kuman dapat terjadi secara kontak langsung dengan penderita meningitis dan Droplet (tetesan) infection yaitu terkena percikan ludah, dahak, ingus, cairan bersin dan cairan tenggorok penderita. Saluran nafas merupakan port d’entrée (tempat masuk) utama pada penularan penyakit ini. Bakteri-bakteri ini disebarkan pada orang lain melalui pertukaran udara dari pernafasan dan hasil sekresi (pengeluaran) tenggorokan yang masuk secara hematogen (melalui aliran darah) ke dalam cairan serebrospinal dan memperbanyak diri didalamnya sehingga menimbulkan peradangan pada selaput otak dan otak. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada sumber berikut: http://repository.widyatama.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/3471/Bab%202.pdf?sequence=5
    Berdasarkan dari informasi tersebut, tentunya kita harus menjaga kebersihan di sekitar kita agar terhindar dari penyakit meningitis ini.
    Terima kasih Suadah..

    BalasHapus
  13. wah uptodate ya artikelnya :D Selain beragam bbakteri yang menyerang saraf pusat kita (Otak). Infeksi beberapa jamur opurunistik ternyata juga ikut andi dalam menginfeksi saraf pusat seperti Candida albicans, Mucor,sp, Aspergillus fumigatus, Cryptococcus neoformans. Infeksi jamur disistem saraf pusat dapat berupa vaskulitis, meningitis kronik dan infeksi parenkim. Cryptococcus neoforman masuk mealui inhalasi kemudian menginfeksi paru-paru kemudian menyebar kejaringan lain yaitu otak yang memiliki penamoakan gelatin ketika terjadi ensefalitis maka jaringan otak akan terlihat mikrokista di daerah basal ganglia

    Selengkapnya >> http://www.medicinesia.com/kedokteran-klinis/neurosains-kedokteran-klinis/infeksi-bakteri-dan-jamur-pada-sistem-saraf/

    Terimakasih :)
    Dela Rahma S

    BalasHapus
  14. sangat berbahaya sekali ya bila ada bakteri yang sampai menyerang otak. apalagi hingga menyebar ke bagian seluruh tubuh, akibatnya sangatlah fatal. kita pun memang harus menyadari segala hal yang terkecil, entah dalam kesehatan kebersihan maupun sikap. jangam menyepelekan hal kecil tersebut, jangan sampai kita bilang "menyesal datangnya terakhir", itu juga kan karena disebabkan kita kurang menjaga diri untuk lebih baik.
    gejala meningitis dapat dilihat pada artis lainnya seperti Gisca Putri Agustina S. sebagai berikut : http://anitanet.staff.ipb.ac.id/files/2013/01/Penyakit-Meningitis-Radang-Otak.pdf

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih ndah, iya kita memang harus sayang sama organ vital kita ini, karena sangat berbahaya jika sudah disinggahi oleh suatu mikroba tidak bersahabat dengan tubuh, terutama bakteri . karena dampak dari bakteri pada otak lebih bahaya dibanding dengan virus .

      Hapus
  15. Sangat informatif ya, Suadah..
    Menambahkan sedikit. Cryptococcal meningitis merupakan infeksi serius yang menyerang otak dan sumsum tulang belakang dan biasanya muncul pada seseorang yang rterinfeksi HIV, virus penyebab AIDS. Situs aidsmeds.com menyebutkan bahwa penyakit ini disebabkan oleh jamur yang disebut Cryptococcus neoformans.

    Jamur ini sebenarnya umum ditemukan di lingkungan sekitar, dan biasanya berada di tanah atau kotoran burung. Proses penyebaran jamur ini melalui udara. Ketika jamur tersebut berada di udara dan terhirup manusia, jamur tersebut akan tersimpan di paru-paru sebelum kemudian bergerak bersama darah ke sumsum tulang belakang dan otak. Hal inilah yang kemudian dapat menyebakan penyakit.

    Sebenarnya kebanyakan orang pasti pernah terekspos jamur ini dalam hidupnya. Namun sistem imun yang sehat pada tubuh mampu mencegah jamur ini berkembang menjadi penyakit di dalam tubuh. Sekitar 5 sampai 8 persen orang dengan HIV terinfeksi penyakit ini, dan ketika sel CD4 yang berfungsi sebagai sistem imun turun sampai dibawah 50, orang dengan HIV akan lebih rentan terhadap penyakit ini. Namun setelah ditemukannya terapi ARV jumlah penderita Cryptococcal meningitis telah semakin turun.
    http://www.vemale.com/kesehatan/55143-meningitis-pada-penderita-hiv-penyebab-aids.html

    terimakasih
    Suxes slaloe Suadah.!! ;-D

    BalasHapus
  16. Artikelnya sudah sangat bagus Suadah :) saran saya lebih diperinci lagi dari topik-topik yang sudah ada pada artikel dengan ulasan-ulasan yang lebih lengkap.
    Setelah saya membaca artikel Suadah, saya menjadi tahu seputar penyakit meningitis.
    Menambahkan saja dari artikel yang sudah Suadah bahas mengenai penyakit meningitis, bahwa kita haruslah mengetahui sejak dini gejala-gejala penyakit meningitis, agar dapat menindakinya sebelum penyakit tersebut semakin parah.
    Bisa dilihat apa saja gejala-gejala meningitis tersebut pada link dibawah ini
    http://www.tbindonesia.or.id/2014/04/21/meningitis-tuberkulosa/
    Terimakasih Suadah, semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  17. artikel yang suadah buat sudah cukup bagus dan menarik :-) dari sini saya menjadi tau seputar penyakit miningitis. sedikit ingin menambahkan Bagaimana diagnosa dan pengobatannya pada penyakit miningitis ? dapat dibaca langsung di https://zulliesikawati.wordpress.com/tag/radang-selaput-otak/

    terimakasih, semoga bermanfaat :-)

    BalasHapus
  18. Saya setuju dengan saudari Hani bahwa kita haruslah mengetahui sejak dini gejala-gejala penyakit meningitis, agar dapat mencegahnya sebelum penyakit tersebut semakin parah bisa dilihat juga di link http://doktersehat.com/penyakit-meningitis/ Semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  19. Terima kasih Suadah telah memberikan informasi yang sangat bagus. Bertambah lagi ppengetahuan saya mengenai bakteri pada otak ini. Penjelasn pada artikel ini sangat informatif dan komentar para pembaca juga sangat memberikan informasi untuk lengkapnya isi dari artikel ini. Izin menambahka sedikit yaa Suadah, untuk lebih jelas lagi bisa ditambahkan gambar, ciri-ciri morfologi dari bakteri tersebut agar para pembaca lebih mengetahui bakteri yang anda maksud. Sebagai contoh pada sumber yang saya baca bakteri Neisseria meningitis (meningokokus) memiliki ciri identik pada warna dan karakteristik morfologinya dengan Neisseria gonorrhoeae. Ciri khas bakteri ini adalah berbentuk diplokokus gram negative, berdiameter kira-kira 0,8
    μm.

    Neisseria meningitis tidak bergerak (nonmotil) dan tidak mampu membentuk spora. Masing-masing dari kokusnya berbentuk seperti ginjal dengan bagian yang rata atau cekung berdekatan. Bakteri meningokokus ini dapat mengalami otolisis dengan cepat, hal ini khususnya dalam lingkungan alkali. Struktur koloni bakteri ini terdiri dari minimal 8 golongan sero menigokokus (A, B, C, D W-135, X, Y dan Z). Golongan telah dikenal melalui kekhusuan imunologi dari masing-masing kapsul polisakaridanya. Pada polisakarida golongan A adalah suatu polimer dari suatu N-asetilmanosamin fosfat. Sedangkan polisakarida golongan C adalah suatu polimer dari asam N asetil O asetineuraminat. Untuk antigen meningokokus ini dapat ditemukan dalam darah dan cairan serebrospinal. Pada belahan dunia bagian barat penyakit meningitis yang disebabkan oleh N. meningitidis ini terutama disebabkan oleh meningokous golongan B, C, W-135 dan Y, sedangkan di afrika penyakit ini disebabkan oleh golongan A. Pada nucleoprotein meningokokus (zat P) memiliki beberapa efek toksik untuk manusia namun hal ini tidak spesifik untuk organisme ini.

    Untuk lebih jelasnya dapat diakses pada laman https://www.academia.edu/8094613/Jurnal_bakteri semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. heti tambahannya nice banget, terimakasih heti sudah melengkapi seputar bakteri penyebab meningitis ini lebi detail lagi :)

      iya memang harusnya ditambah gambar dan morfologinya juga. maaf yah belum sempat ngeshare, nanti kapan-kapan yaah..

      Hapus
  20. Bakteri pada otak, hal ini sangat mengejutkan. Kita sering kali berpikir bahwa otak kita yang terlindungi oleh tengkorak ini tidak terdapat bakteri di dalamnya, namun ternyata saudari Suadah meluruskan pandangan kita selama ini bahwa terdapat banyak bakteri di dalam otak seperti Neisseria meningitidis, Listeria monocytogenes, dan lain sebagainya. Setelah diketahui ternyata terdapat bakteri yang berbaha bagi otak maka dibutuhkan kesadaran kita dalam menjaga kesehatan pada otak yaitu dengan
    1. Perhatikan apa yang kita makan dan minum
    2. Pastikan terus berolahraga
    3. Melatih kemampuan otak
    4. Perhatikan berat badan
    5. Perhatikan kebiasaan tidur
    6. Cek kesehatan jantung, karena kesehatan jantung=kesehatan otak
    7. meditasi

    Adapun info lebih lengkap dapat dibaca pada: http://www.kolomsehat.com/cara-menjaga-kesehatan-otak/

    terima kasih ^^

    BalasHapus
  21. bagus sekali, untuk memberi pengetahuan tentang bakteri pada otak. saya ingin menambahkan :Diagnosa dan Pengobatan Meningitis
    Diagnosis dan pengobatan secara dini sangat penting. Untuk mendiagnosis adanya bakteri penyebab meningitis, perlu dilakukan pengambilan sampel dari cairan spinal dengan cara tertentu (spinal tap). Jika bakteri penyebab telah diketahui, maka dokter akan memilihkan antibiotika yang paling sesuai untuk membunuh bakteri tersebut. Untuk pemeriksaan lebih lanjut dapat pula dengan MRI (magnetic resonance imaging) untuk melihat keadaan otak akibat infeksi tersebut, jika diperlukan.

    Beberapa antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter pada kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis antara lain Cephalosporin (ceftriaxone atau cefotaxime). Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes akan diberikan Ampicillin, Vancomycin dan Carbapenem (meropenem), Chloramphenicol atau Ceftriaxone. Pengobatan lainnya adalah untuk mengatasi gejala yang timbul, misalnya sakit kepala dan demam dengan analgesik-antipiretik, kejangnya dengan diazepam atau fenitoin, dan lain sebagainya. Kadang-kadang dokter akan memberikan antibiotika walaupun belum dipastikan penyebab meningitisnya, apakah karena virus atau bakteri, karena hasil kultur cairan spinal mungkin tidak bisa diperoleh secara cepat, apalagi di RS yang fasilitasnya terbatas.

    sumber: https://zulliesikawati.wordpress.com/tag/radang-selaput-otak/
    Terima kasih.

    BalasHapus
  22. Artikel yang sangat informatif karena baru-baru ini sedang booming pemberitaan tentang penyakit pada otak, yang dapat menyerang siapa saja dengan latar belakang apa saja, usia tua maupun muda memiliki resiko yang sama bakteri yang dapat menyerang pada otak.
    yang disampaikan oleh saudari Suadah pun sudah lengkap ditambah lagi penambahan info dari teman-teman sebelumnya. yang terpenting adalah menjaga kebersihan tubuh, istirahat yang cukup, dan pola makan yang sehat.
    semoga kita semua bisa terhindar dari penyakit-penyakit ini aamiin
    Good Job Suadah! :D

    BalasHapus
  23. terimakasih , terimakasih buat teman-teman yang sudah berpartisipasi menyempurnakan artikel blog saya tentang bakteri pada otak ini.. semoga bisa menambah wawasan buat yang membacanya

    saya setuju dengan kalian semua kok :)

    BalasHapus
  24. Artikel Suadah sangat bagus, karena membahas isu isu kekinian

    Sebagai tambahan, masih ada juga jenis bakteri yang dapat menyebabkan meningitis ini. Dari sumber http://bidanku.com/waspada-kenali-meningitis-radang-selaput-otak-penyebab-dan-pencegahannya

    1. Listeria Monocytogenes (listeria)

    Bakteri penyebab meningitis ini umumnya dapat dijumpai dibanyak tempat, bahkan pada makanan yang telah tercampur dengan bakteri ini. Bakteri listeria ini berasal dari hewan yang dipelihara dan makanan yang memiliki potensi terkontaminasi bakteri dengan jenis listeria adalah keju, hot dog dan daging sandwich.

    2. Staphylococcus Aureus dan Mycobacterium Tuberculosis

    Bakteri penyebab meningitis lainnya adalah bakteri Staphylococcus Aureus dan Mycobacterium Tuberculosis, yang merupakan salah satu penyebab TBC.

    BalasHapus
  25. artikel yang sangat menarik untuk melengkapi Secara umum, terdapat dua jenis penyakit meningitis:Meningitis bakterialis, disebabkan bakteri seperti Neisseria meningitidis atau Streptococcus pneumoniae dan menyebar melalui kontak jarak dekat
    Meningitis virus, disebabkan virus yang bisa menyebar melalui batuk, bersin dan lingkungan yang tidak higienis
    dapun gejala meningitis yang terjadi pada anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa, meliputi:
    Muntah-muntah
    Sakit kepala parah
    Leher kaku
    Demam dengan tinggi suhu 38°C atau lebih
    Napas cepat
    Sensitif terhadap cahaya atau fotofobia
    Ruam kulit berupa bintik-bintik merah yang tersebar (tidak terjadi pada semua orang)
    sumber : http://www.alodokter.com/meningitis . terima kasih suadah

    BalasHapus
  26. penyakit meningitis merupakan salah satu penyakit yang mematikan , hal ini dapat dilihat dari peristiwa kematian olga tang telah saudari suadah paparkan. untuk itu, kita harus senantiasa hidup sehat, melakukan pencegahan dan mengetahui gejala-gejala dari penyakit ini yang telah disebutkan pada komentar sebelumnya dari teman-teman. nah untuk menambah wawasan kita juga sebagai orang awam harus mengetahui cara pengobatannya karena maca-macam mengitis banyak maka cara pengobatannya pun berbeda-beda, untuk lebih lengkapanya bisa di baca di http://www.alodokter.com/meningitis/pengobatan bis juga dibaca di http://anitanet.staff.ipb.ac.id/files/2013/01/Penyakit-Meningitis-Radang-Otak.pdf

    BalasHapus
  27. bakteri pada otak sangat menarik sekali Suadah :D

    penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang otak banyak sekali seperti yang akhir-akhir ini sedang banyak diperbincangkan yaitu meningitis yuk simak penjelasan lengkapnya tentang meningitis silahkan klik http://www.sehatkan.com/2013/05/penyakit-meningitis-gejala-penyebab-dan.html
    terima kasih semoga bermanfaat :D

    BalasHapus
  28. Penjelasan yang cukup lengkap, izin menambahkan dari yang saya baca. ternyata ada juga meningitis non-infeksi, dimana jenis meningitis ini disebabkan bukan karena infeksi dari bakteri, virus, ataupun jamur. Melainkan disebabkan karena adanya penyakit lain yang diidap atau pengaruh lainnya. contoh penyakit yang bisa memicu munculnya penyakit meningitis yaitu kanker dan lupus. penjelasan berikutnya dapat dilihat pada: http://www.jevuska.com/2012/11/05/penyakit-meningitis-radang-selaput-otak-pengertian-penyebab-jenis/

    BalasHapus
  29. Sangat menarik artikel suadah yang sedang marak dibicarakan akhir-akhir ini, saya akan menambahkan sedikit informasi bagaimana mencegah penyakit meningitis ini. Berikut beberapa langkah untuk mencegah penyakit meningitis.
    1.Vaksin
    2.Jangan menggunakan barang yang sama dengan orang lain
    3. Jaga jarak dengan penderita meningitis
    4. Rajin cuci tangan
    5. Jaga kekebalan tubuh
    http://lifestyle.sindonews.com/read/985826/155/5-cara-mencegah-meningitis-1428317072

    BalasHapus
  30. waaaah.. semakin seru yahhh.. iya akhirnya kita tau banyak penyebab meningitis ini, baik dari virus / viral, bakteri , jamur ataupun karena sebab lain, misalnya karena mengidap suatu penyakit . karena yang diserangnya adalah organ vital maka efeknya pun akan fatal, jadi harus kita waspadai dengan ncara pencegahan. jika sudah terlanjur mengidap penyakit ini harus segera ditindak sedini mungkin, supaya penanganannya bisa dilakukan dengan cepat dan tepat juga :)

    mudah-mudahan dengan mengetahui info berharga ini kita bisa mencegah dan menghindarinya. amiin !

    BalasHapus
  31. terima kasih suadah atas informasinya :) kita lebih tahu ya tentang meningitis :D . zakiyah ingin menambahkan sedikit, selain bakteri yang menyebabkan meningitis ada juga si virus jahat hehehe diantaranya adalah Virus coxsackie grup B dan Virus coxsackie grup A . http://dannysatriyo.blogspot.com/2013/01/meningitis-radang-selaput-otak.html . terima kasih semangat suadah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih zakiyah sudah mampir di blog ini . terima kasih juga buat tambahannya :)

      Hapus
  32. Dari artikel yang telah di jelaskan oleh saudari suadah sangat mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati akan penyakit ini. Karena penyakit menngitis ini sangat berbaha, seperti yang dijelaskan juga pada sumber berikut http://motor.otomotifnet.com/read/2013/03/16/339220/64/14/Radang-Selaput-Otak-Serangan-Virus-Lebih-Bahaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Farrisa, kita memang harus berhati-hati akan penyakit meningitis ini, karena bakteri mematikan ini mengintai semua orang setiap saat tanpa memandang status dan usia :)
      trims sudah mampir di blog ini, semoga bisa menambah wawasan kita :)

      Hapus
  33. artikel yang sangat informatif. kita tau bahwa otak merupakan pusat kontrol tubuh ini apabila terdapat bakteri tentu saja sangat berbahaya. ini materi tentang meningitis http://lifestyle.okezone.com/read/2010/06/14/27/342564/saat-bakteri-virus-serang-otak. terimakasi

    BalasHapus