Minggu, 07 Juni 2015











sepak terjang Mycobacterium leprae






Mycobacterium leprae, juga disebut Basillus Hansen merupakan gram-positif berbentuk tongkat. Mycobacterium leprae mirip dengan Mycobacterium tuberculosis dalam besar dan bentuknya. Mycobakterium leprae ditemukan oleh Hansen (1873). Penyakit ini tersebar luas di seluruh dunia terutama di afrika (5-20%), Asia 0,42 %, dan menurut WHO di seluruh dunia terdapat 0,5-5 Juta penderita. (Mursalim.2010)
Bakteri ini diklasifikasi masuk kedalam Kingdom Bacteria karena karakteristiknya sesuai dengan organisme bakteri prokariotik. Karena M.leprae bakteri gram positif maka masuk kedalam filum Actinobacteria. Bakteri ini masuk kedalam Ordo Actinomycetales karena anggota Actinomycetales adalah organisme gram positif yang sulit untuk dikultur dan bersifat pathogen pada manusia, tanaman dan hewan. M. leprae termasuk ke dalam sub ordo Corynebacterineae karena karakteristik dasar dari kelompok ini adalah gram positif, bentuk batang, dan dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Sebagian menyerang limfa dan kulit. M.leprae termasuk Famili Mycobacteriaceae. Family ini terkenal sebagai kelompok yang menyebabkan penyakit parah pada mamalia yang termasuk bakteri tahan asam, gram positif, non-motil dan tidak memiliki membrane luar. Genus dari M.leprae adalah Mycobacterium karena bakteri ini memiliki lilin di dinding sel, tidak memiliki membrane luar, non-motil, dan tahan asam. Spesies bakteri ini adalah  Mycobacterium leprae. (Isthofiyani.2013)



        Micobakterium leprae adalah bakteri aerob obligat. Energi didapat dari oksidasi senyawa karbon yang sederhana. CO2 dapat merangsang pertumbuhan. Aktivitas biokimianya tidak khas, dan laju pertumbuhannya lebih lambat dari bakteri lain. Waktu pembelahan adalah sekitar 18 jam. Suhu pertumbuhan optimum 37º C. Koloni cembung, kering dan kuning gading.

Gambar mikroskopik pewarnaan asam Mycobacterium leprae
  


     Lepra adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium leprae yang menyerang saraf perifer dan kulit penderita. Lepra terutama didapatkan dari daerah tropis dan subtropis yang udaranya panas dan lembab pada lingkungan hidup yang tidak sehat.Penyakit akibat bakteri ini dapat menimbulkan kelainan secara fisik berupa makula halus bulat di pantat, kaki, lengan, punggung dan pipi.


      Para ahli mengatakan bahwa penyakit Kusta dapat ditularkan melalui saluran pernafasan dan juga melalui kulit. Walau tidak terdapat hukum-hukum pasti penularan Kusta ini, perlu diketahui bahwa jalan keluar dari kuman Kusta ini adalah melalui selaput lendir hidung penderita. Namun ada beberapa artikel yang menyatakan bahwa penularan Kusta ini melalui sekret hidung penderita yang telah mengering dimana basil dapat hidup 2 -7 hari. Cara penularan lain yang umumnya diungkapkan adalah melalui kulit ke kulit, namun dengan syarat tertentu. Karena tidak semua sentuhan kulit ke kulit itu dapat menyebabkan penularan. Tetapi Pengaruh masuknya M. Leprae terhadap manusia sehingga timbul    penyakit kusta bergantung beberapa faktor yaitu Faktor imunitas, sumber penularan (keluarga)
Upaya pemutusan mata rantai penularan dapat dilakukan melalui : Pengobatan pada penderita kusta, Isolasi (Namun hal ini tidak dianjurkan karena penderita yang sudah berobat tidak akan menularkan penyakitnya ke orang lain) dan Vaksinasi pada kontak serumah dengan penderita penyakit kusta.
            Sampai saat ini kusta hanya pernah ditemukan menginfeksi manusia. Hal ini juga menjadi pemersulit pembiakkan M leprae. M leprae belum dapat dibiakkan dengan medium buatan maupun biakan sel. Kusta merupakan penyakit yang menyeramkan dan ditakuti oleh karena dapat terjadi ulserasi, mutilasi dan deformitas. Penderita kusta bukan menderita karena penyakitnya saja, tetapi juga karena dikucilkan dari masyarakat disekitarnya. Hal ini akibat kerusakan saraf besar yang ireversibel di wajah dan ekstremitas, motorik dan sensorik, serta dengan adanya anestetik disertai paralisis dan atrofi otot.

semoga bermanfaat :)

Referensi :


43 komentar:

  1. Hanya manusia satu-satunya sampai saat ini dianggap sebagai sumber penularan walaupun kuman kusta dapat hidup pada Armadillo, Simpanse dan pada telapak kaki tikus yang mempunyai kelenjar Thymus (Athymic nude mouse). Tempat masuk kuman kusta ke dalam tubuh host sampai saat ini belum dapat dipastikan. Diperkirakan cara masuknya adalah melalui saluran pernafasan bagian atas dan melalui kontak kulit yang tidak utuh.
    Seseorang dalam lingkungan tertentu akan termasuk dalam satu dari tiga
    kelompok berikut ini, yaitu :
    a. Host yang mempunyai kekebalan tubuh tinggi yang merupakan kelompok
    terbesar yang telah atau akan menjadi resisten terhadap kuman kusta.
    b. Host yang mempunyai kekebalan rendah terhadap kuman kusta, bila menderita
    penyakit kusta bisanya tipe PB.
    c. Host yang tidak mempunyai kekebalan terhadap kuman kusta yang merupakan
    kelompok terkecil dan bila menderita kusta biasanya tipe MB.
    hal ini sesuai referensi http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22370/4/Chapter%20II.pdf
    itu saja tambahan dari saya, terima kasih suadah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih delsa atas tambahannya.. iya memang hanya manusia satu-satunya sumber penularan kusta ini, seperti yang sudah saya paparkan pada artikel trsebut, bahwa Sampai saat ini kusta hanya pernah ditemukan menginfeksi manusia. Hal ini juga menjadi pemersulit pembiakkan M leprae. Jafi, M leprae belum dapat dibiakkan dengan medium buatan maupun biakan sel.
      Sekali lagi thnks delsa 😊

      Hapus
  2. saya baru tahu ternyata penyakit kusta bisa ditularkan melalui pernapasan, karena yang saya tahu sebelumnya penyakit kusta ini menular lewat sentuhan kulit :D.. sehingga dengan membaca artikel ini saya jadi tahu banyak ;D..
    seperti yang telah dijelaskan pada artikel ini, ternyata bakteri ini menyerang sistem saraf sehingga bisa mengakibatkan mati rasa bahkan kelumpuhan (menyerang saraf tepi)...
    referensi tambahan bisa dibaca pada artikel berikut :D
    http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/37332/4/Chapter%20II.pdf

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih kak atas tambahannya.. iya memang benar kak, penularan penyakit kusta tidak hanya dari kulit kulit tapi bisa melalui saluran pernafasan atau melalui sekret hidung yang telah mengering seperti yang sudah saya singgunh diatas..
      Sekali lagi trimakasih kak sudah mengunjungi, membaca dan melengkapi artikel saya :)

      Hapus
  3. artikel ini bagus tetapi, Penyakit kusta atau lepra adalah sebuah penyakit yang sudah dikenal manusia sejak zaman permulaan masehi, penyakit ini menyerang kulit dan mengakibatkan luka pada kulit serta menimbulkan kerusakan syaraf dari waktu ke waktu. Termasuk salah satu gangguan kesehatan yang berbahaya dan sangat menular, oleh karena itulah kita sering menemukan pasien yang sering dikucilkan oleh warga setempat. Berikut ini kami rangkumkan beberapa hal penting terkait penyakit kusta mulai dari penyebab, gejala dan langkah penanganannya.

    Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata. Tidak seperti mitos yang beredar di masyarakat, kusta tidak menyebabkan pelepasan anggota tubuh yang begitu mudah, seperti pada penyakit tzaraath. keterangan lebih lanjut klik link (http://obatgondoktradisional.jellygamatluxor.biz/pengobatan-tradisional-penyakit-kusta-tanpa-efek-samping/) semoga bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf sebelumnya yah farrisa, itu maksud kami rangkumkan penyebab, gejala dan langkah penanganannya apa yah ?
      Ko kami sih cha? :D :D
      Iya memang benar penyakit kusta ini Disebut sebagai penyakit tetua karena sudah ada sejak zaman permulaan masehi, dimana penyakit ini sangat menular sehingga penderita sering dikucilkan . Sesuai sumber :
      http://www.biologiedukasi.com/2014/11/mengenal-lebih-dekat-Mycobacterium.html
      Thanks farrisa sudah mengunjungi, membaca dan menambahkan isi artikel saya :)

      Hapus
  4. Haiiii kamu adalah orang terakhir blognya yg saya komeentarin Alhamdulillah :D. saya ingin menambahkan informasi untuk memperkaya artikelmu ituu . bagaimana interaksi yang terjadi pada sel inang seperti nya blm dibahas banyak yaa hehe.
    Bakteri ini menginfeksi di ekstremitas suhu yang lebih rendah, seperti sel-sel epitel dan nonmyelin memproduksi sel Schwann di sekitar saraf perifer di tangan dan kaki, dan kadang-kadang saluran pernapasan bagian atas, testis, dan kornea, menyebabkan kusta penyakit. Gejala-gejala kusta termasuk lesi kulit anestesi dan saraf perifer diperbesar. Daerah yang terinfeksi biasanya berikut bernapas melalui tetesan mikroskopis hidung dikeluarkan dari individu yang terinfeksi mengandung M. leprae, biasanya dari bersin. Ada juga kasus infeksi ketika manusia datang ke dalam kontak dengan tanah yang mengandung M. leprae. Kontak kulit dengan individu yang terinfeksi belum terbukti menularkan infeksi (Ooi, 2004)
    Referensi  https://microbewiki.kenyon.edu/index.php/Host_Dependency_of_Mycobacterium_leprae
    terimakasih.. Alhamdulillah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kakak tambahannya.. sangat melengkapi sekali untuk artikel saya :)

      Hapus
  5. artikel suadah sangat informatiof sekali, saya baru mengetahui ada penyakit yang namanya penyakit kusta. Setelah saya membaca referensi bahwa Reaksi kusta atau reaksi lepra adalah suatu episode dalam perjalanan kronis penyakit kusta yang merupakan suatu reaksi kekebalan (seluler respon) atau reaksi antigen-antibodi (humoral respon) dengan akibat merugikan penderita, terutama pada saraf tepi yang bisa menyebabkan gangguan fungsi (cacat).
    Reaksi ini dapat terjadi pada penderita sebelum mendapat pengobatan maupun sesudah pengobatan. Namun sering terjadi pada 6 bulan sampai 1 tahun sesudah memulai pengobatan.
    Hal-hal yang mempermudah terjadinya reaksi kusta, misalnya :
    1. Penderita dalam kondisi lemah
    2. Kurang gizi
    Suadah bisa lihat referensi nya disini http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/22370/4/Chapter%20II.pdf

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih ayu sudah melengkapi artikel saya, iya memang benar ayu, hal yang mempermudah penyakit kusta itu ada 2 yaitu, kondisi penderita yang lemah dan kurang gizi . Sedangkan sumber penularan adalah kuman kusta utuh (solid) yang berasal dari pasien kusta tipe MB (Multi Basiler) yang belum diobati atau tidak teratur berobat. Insiden tinggi pada daerah tropis dan sub tropis yang panas dan lembab. Kusta dapat menyerang pada semua umur, anak-anak lebih rentan dari pada orang dewasa. Frekuensi tertinggi pada orang dewasa ialah umur 25- 35 tahun, sedangkan pada kelompok anak umur 10-12 tahun (Mansjoer, et.al.,2000).

      Hapus
  6. Artikel suadah sangat menarik dan saya baru tau apa itu penyakit kusta, ternyata sangat mengerikan sekali ya penyakit ini tumbuh pada kulit yang berwarna merah. agar kita lebih tau yuk liat tanda-tanda penyakit ini agar bisa mencegahnya lebih awal
    Masa inkubasi pasti dari kusta belum dapat dikemukakan. Beberapa peneliti berusaha mengukur masa inkubasinya. Masa inkubasi minimum dilaporkan adalah beberapa minggu, berdasarkan adanya kasus kusta pada bayi muda.Masa inkubasi maksimum dilaporkan selama 30 tahun. Hal ini dilaporan berdasarkan pengamatan pada veteran perang yang pernah terekspos di daerah endemik dan kemudian berpindah ke daerah non-endemik. Secara umum, telah disetujui, bahwa masa inkubasi rata-rata dari kusta adalah 3-5 tahun.
    Tanda-tanda :
    Tanda-tanda penyakit kusta bermacam-macam, tergantung dari tingkat atau tipe dari penyakit tersebut. Secara umum, tanda-tanda itu adalah :
    -Adanya bercak tipis seperti panu pada badan/tubuh manusia
    -Pada bercak putih ini pertamanya hanya sedikit, tetapi lama-lama semakin melebar dan banyak.
    -Adanya pelebaran syaraf terutama pada syaraf ulnaris, medianus, aulicularis magnus seryta peroneus. Kelenjar keringat kurang kerja sehingga kulit menjadi tipis dan mengkilat.
    -Adanya bintil-bintil kemerahan (leproma, nodul) yarig tersebar pada kulit
    -Alis rambut rontok
    -Muka berbenjol-benjol dan tegang yang disebut facies leomina (muka singa)
    Gejala-gejala umum pada lepra, reaksi :
    -Panas dari derajat yang rendah sampai dengan menggigil.
    -Anoreksia.
    -Nausea, kadang-kadang disertai vomitus.
    Cephalgia.
    -Kadang-kadang disertai iritasi, Orchitis dan Pleuritis.
    -Kadang-kadang disertai dengan Nephrosia, Nepritis dan hepatospleenomegali.
    Neuritis.
    dan dapat di lihat di sini cara pengobantannya : http://ekstrakherbal.com/artikel-kesehatan/168-penyakit-kusta-leprae.html

    semoga bermanfaat ya suadah

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih festi tambahannya mengenai tana-tana gejala penyakit kusta, sangat melengkapi artikel saya :)

      Hapus
  7. artikel yang bagus Suadah, saya setuju dengan suadah bahwa Mycobacterium leprae ini merupakan bakteri penyebab lepra atau kusta, penyakit lepra ini memiliki dua bentuk klinis yaitu bentuk tuberkoloid dan lepromatosus, bentuk tuberkoloid bersifat tidak menular dan agak mudah disembuhkan sedangkan bentuk lepromatosus bersifat sangat menular dan sukar disembuhkan (https://www.academia.edu/8683765/anti_lepra) terima kasih suadah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih liya tambahannya, tapi kedua bentuk klinis itu sama-sama berpotensi menularkan kusta . Saya membaca literatur yang isinya seperti ini;
      "Sumber penularan kusta adalah penderita kusta tipe lepromatosa yang belum mendapat pengobatan. Keluarganya yang serumah dengan penderita kusta lepromatosa mempunyai resiko tertular 4-10 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tinggal tidak serumah. Sedangkan penderita tipe tuberkuloid mempunyai kemampuan menularkan pada orang lain yang serumah sekitar 2 kali dari yang tidak serumah. Resiko penularan kepada anaknya lebih dominan dibandingkan resiko terhadap pasangan hidupnya" (Agusni, 2001).

      Hapus
  8. Artikel yang informatif suadah :)
    Wah Mycobacterium leprae Walaupun penyakit ini menular, bukan berarti penderitanya tidak dapat sembuh ya :)
    Saya hanya ingin menambahkan tentang pengobatan kusta ini dengan antibiotik
    yang saya dapat dari https://www.deherba.com/kusta-lepra-bagaimana-cara-mengobati-dan-mencegahnya.html
    Pengobatan Kusta

    Pemberian kombinasi dari tiga obat berikut sebaiknya dilakukan berdasarkan petunjuk dari dokter yang menangani pasien, obat-obat ini ialah; dapson, klofazimin, dan rifampin. Obat yang disebut dapson tidak dapat di konsumsi sendiri, mengingat ini hanyalah obat pembasmi bakteri yang bisa jadi tidak tahan dengan serangan balik dari bakteri penyebab kusta, maka di khawatirkan bakteri malah kebal terhadap obat demikian.
    Sekian , semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih nihla sudah menanbahkan mengenai pengobatan kusta . Jadi semakin melengkapi artikel saya.. :)

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  10. judulnya sangat menggelitik ya, Su.. :D
    mau menambahkan sedikit info...
    Penyakit Hansen atau Penyakit Morbus Hansen yang dahulu dikenal sebagai penyakit kusta atau lepra adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang sebelumnya, diketahui hanya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, hingga ditemukan bakteri Mycobacterium lepromatosis oleh Universitas Texas pada tahun 2008..

    seperti itu, kelanjutannya dapat dibaca pda sumber yg sy cantumkan.. terimakasih... :D

    sumber:
    Admin. Penyakit Hansen. http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_Hansen

    BalasHapus
  11. serem ya su bakterinya.. karena bisa menyebabkan lepra atau kusta..
    mau tambahin dkit ya su.. saya baca di http://penyakitlepra.com/
    ternyata penyakit lepra yang melepaskan bakteri lepra ini mudah ditularkan melalui serangga misalnya nyamuk, kutu busuk atau melalui benda yang dpakai oleh orang yang menderita kusta juga..
    trimkasih suadah.. semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar sekali yang dikatakan teteh ghina, menurut Prof. dr. Jusuf barakbah SpKK , Jika seorang penderita lepra berat dan tidak diobati bersin, maka bakteri akan menyebar ke udara. Sekitar 50% penderita kemungkinan tertular karena berhubungan dekat dengan seseorang yang terinfeksi. Infeksi juga mungkin ditularkan melalui tanah, armadillo, kutu busuk dan nyamuk. Sekitar 95% orang yang terpapar oleh bakteri lepra tidak menderita lepra karena sistem kekebalannya berhasil melawan infeksi. Penyakit yang terjadi bisa ringan (lepra tuberkuloid) atau berat (lepra lepromatosa). Penderita lepra ringan tidak dapat menularkan penyakitnya kepada orang lain. Lebih dari 5 juta penduduk dunia yang terinfeksi oleh kuman ini. Itu menurut beliau :)

      Hapus
  12. pemaparan yang menarik sekali karena kusta ini menyerang kulit tentunya hal ini cukup membuat kita khususnya wanita agak sedikit ngeri jika ada penularan dari satu penderita ke penderita lain. disini saya mau menambahkan saja bahwa penyakit kusta ini juga bisa disembuhkan dengan pengobatan herbal , di antaranya :
    1. umbi bidara yang diparut dengan tambahan air matang lalu disaring. Air saringan umbi tersebut ditambahkan dengan madu lalu diminum, dan ampas dari perasan umbi bidara pun dapat digunakan untuk ditempel pada kulit yang sakit
    2. daun ekor kucing dan kencur
    3. biji jarak wulung

    sumber http://obatkusta.com/cara-mengobati-penyakit-kusta-secara-alami/
    terimakasih suadah semoga bermanfaat yaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah terima kasih banyak nih mel tambahannya.. sangat melengkapi sekali isi artikel saya :)

      Hapus
  13. Trimakasih suadah atas artikelnya sangat informatif.
    Bakteri penyebab lepra berkembang biak sangat lambat, sehingga gejalanya baru muncul minimal 1 tahun setelah terinfeksi (rata-rata muncul pada tahun ke-5-7).Gejala dan tanda yang muncul tergantung kepada respon kekebalan penderita.Jenis lepra menentukan prognosis jangka panjang, komplikasi yang mungkinterjadi dan kebutuhan akan antibiotik
    - Lepra tuberkuloid
    - Lepra lepromatosa
    - Lepra perbatasan
    https://www.scribd.com/doc/51886778/7/II-2-3-Mycobacterium-leprae

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang benar banget yang dikatakan oleh syifa, gejala Mycobacterium leprae masuk ke dalam tubuh manusia masa sampai timbulnya gejala dan tanda adalah sangat lama dan bahkan bertahun-tahun, masa inkubasinya bisa 3-20 tahun. Sering kali penderita tidak menyadari adanya proses penyakit di dalam tubuhnya. Umumnya penduduk yang tinggal di daerah endemis mudah terinfeksi, namun banyak orang punya kekebalan alamiah dan tidak menjadi penderita kusta (Agusni, 2001).
      Terimakasih syifa sudah melengkapi artikel saya :)

      Hapus
  14. hai suadah, artikel yang menarik yah.. suadah sudah mengulas dengan bai,, teman2 pun sprtinya sudah banyak menambahkan
    jd saya hanya akan menambahkan sedikit saja.. ternyata bakteri Mycobacterium leprae ini menurut literatur yang saya baca ketika di biakan di dalam laboratorium tumbuh baik pada suhu 33 derajat celcius dengan pH antara 5,1 dan 5,6.. dan di tuliskan oleh penulis bahwa bakteri Mycobacterium leprae berada dalam tanah karena beberapa penelitian menemukan gen yang sama dari tanah, diduga seperti itu karnea kta mengethaui bahwa bakteri tsb umumnya menyerang kulit karena bakteri tsb tdk bs lgsg hidup di tmpt yang bersuhu tinggi, kulit kan suhunya lebih rendah drpd suhu tubuh inti.. pada beberapa penelitian pun mengamati bahwa mamalia yang menjadi host bakteri ini suhu tubuhnya lebih rendah ( sumber: http://microbewiki.kenyon.edu/index.php/Mycobacterium_leprae )

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaah terimakasih mazidah sudah menjelaskan cara hidup Mycobaterium leprae . Sangat melengkapi banget tambahan dari mazidah ini :)

      Hapus
  15. nice :) sangat bermanfaat sekali Suadah artikelnya :") pernah saya lihat ada orang yang memiliki penyakit seperti itu namun saya tidak tahu nama penyakit nya :" setuju banget sama kutipan kamu "kerusakan saraf besar yang ireversibel di wajah dan ekstremitas, motorik dan sensorik, serta dengan adanya anestetik disertai paralisis dan atrofi otot." menurut artikel yang saya baca pun sama seperti itu, bahwa suatu infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae, primer menyerang saraf tepi, sekunder menyerang kulit dan organ-organ lainnya serta sering menyebabkan kecacatan serta masalah psikososial. (sumber : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/37332/4/Chapter%20II.pdf)

    izin menambahkan tentang informasi wabah kusta yaaa.. Menurut WHO (2002), diantara 122 negara yang endemik pada tahun 1985 dijumpai 107 negara telah mencapai target eliminasi kusta dibawah 1 per 10.000 penduduk pada tahun 2000. Pada tahun 2006 WHO mencatat masih ada 15 negara yang melaporkan 1000 atau lebih penderita baru selama tahun 2006. Lima belas negara ini mempunyai kontribusi 94% dari seluruh penderita baru didunia. Indonesia menempati urutan prevalensi ketiga setelah India, dan Brazil. (sumber : http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/37332/4/Chapter%20II.pdf)

    teşekkür ederim Suadah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih yah Indah tambahannya . Iya memang Penderita kusta tersebar di seluruh dunia, walaupun terbanyak di daerah tropik dan subtropik. Penyebarannya terutama di benua Afrika, Asia dan Amerika Latin. Jumlah yang tercatat 888.340 orang pada tahun 1977. Pada milinium ini telah ditemukannya 800.000 kasus baru kusta setiap tahunnya. Di Indonesia diperkirakan kasus kusta mencapai 1-3 per 10.000 penduduk atau menempati urutan ke-4 terbanyak di dunia setelah negara India, Brazil dan Bangladesh (lihat) gambar (2.1) Frekuensi terbanyak terdapat pada kelompok umur produktif yaitu 15-29 tahun, penyakit yang disebabkan M. Lepra ini dapat mengenai semua kelompok umur, bahkan pernah ditemukan pada bayi usia 2,5 bulan dan lansia diatas 70 tahun (Harahap, 2000).

      Hapus
  16. Membuat saya merinding, cukup seram melihat gambarnya :( Tapi saya setuju dengan yang sudah dijelaskan, namun sebenarnya bakteri ini tidak sendirian untuk menimbulkan penyakit tersebut. Dari yang telah saya baca, Mycobacterium leprae dan Mycobacterium lepromatosis adalah agen kausatif / penyebab kusta. Mycobacterium subspp. hanyalah agen kausatif yang menyebarkan lepromatous leprosy (perubahan warna kulit menjadi pucat), yang dapat mematikan. Entamuba subspp. adalah aerobic dan berbentuk batang. sumber : http://biosmart.dintian.com/Info_Medis/L/Lepra.htm
    Terima kasih, super sangat suadah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih ana .. iya memang penyakit kusta tidak hanya disebabkan oleh Mycobacterium leprae seperti yang sudah dikatakan oleh saudari Firda , Penyakit Hansen atau Penyakit Morbus Hansen yang dahulu dikenal sebagai penyakit kusta atau lepra adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang sebelumnya, diketahui hanya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae, hingga ditemukan bakteri Mycobacterium lepromatosis oleh Universitas Texas pada tahun 2008..

      sumber:
      Admin. Penyakit Hansen. http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_Hansen

      Hapus
  17. Suadah artikelnya bagus, saya setuju dengan pemaparan anda sesuai dengan sumber yang saya baca pada http://penyakitlepra.com/ pengobatan rifamin salah satu pengobata yang paling tepat untuk M. leprae karena mampu mencapai kadar yang sangat baik dalam sel. Untuk lebih jelas bisa dibaca dalam laman tersebut yaa Suadah :) semoga berkenan, semoga manfaat dan terima kasih :)

    BalasHapus
  18. waawww,suadah artikelnya sangat menarik yah :)
    tapi lihat gambarnya kok menyeramkan yah penyakit ini, hii..

    hanya ingin menambahkan saja ya suadah, berdasarkan literatur yang saya baca timbulnya penyakit kusta bagi seseorang tidak mudah dan tidak perlu ditakuti tergantung dari beberapa faktor antara lain :

    1. Faktor Kuman Kusta
    Dari hasil penelitian dibuktikan bahwa kuman kusta yang masih utuh (solid) bentuknya, lebih besar kemungkinan menyebabkan penularan daripada kuman yang tidak utuh lagi.
    2. Faktor Imunitas
    Sebagian manusia kebal terhadap penyakit kusta (95%). Dari hasil penelitian menunjukan bahwa dari 100 orang yang terpapar, 95 orang yang tidak menjadi sakit, 3 orang sembuh sendiri tanpa obat dan 2 orang menjadi sakit. Hal ini belum lagi mempertimbangkan pengaruh pengobatan.

    3. Keadaan Lingkungan

    Keadaan rumah yang berjejal yang biasanya berkaitan dengan kemiskinan, merupakan faktor penyebab tingginya angka kusta. Sebaliknya dengan meningkatnya taraf hidup dan perbaikan imunitas merupakan faktor utama mencegah munculnya kusta.

    4. Faktor Umur

    Penyakit kusta jarang ditemukan pada bayi. Incidence Rate penyakit ini meningkat sesuai umur dengan puncak pada umur 10 sampai 20 tahun dan kemudian menurun. Prevalensinya juga meningkat sesuai dengan umur dengan puncak umur 30 sampai 50 tahun dan kemudian secara perlahan-lahan menurun.

    5. Faktor Jenis Kelamin

    Insiden maupun prevalensi pada laki-laki lebih banyak dari pada wanita, kecuali di Afrika dimana wanita lebih banyak dari pada laki-laki. Faktor fisiologis seperti pubertas, monopause, Kehamilan, infeksi dan malnutrisi akan mengakibatkan perubahan klinis penyakit kusta.

    Ditulis oleh dr. H. Yahmin Setiawan, MARS (Direktur LKC Dompet Dhuafa)

    informasi diatas bisa dilihat selengkapnya di link berikut
    http://www.lkc.or.id/2012/02/16/kusta-bisa-disembuhkan-dan-dicegah/

    terimakasih, semoga bermanfaat ^^

    BalasHapus
  19. Waah, artikel yang dibuat Suadah sangat informatif dan jelas sekali. Dilihat dari gambar yang disajikan di artikel sangat mengerikan sekali yaa. Ternyata bakteri itu dapat menyebabkan penyakit lepra atau kusta pada manusia.
    Sedikit menambahkan ya Suadah bahwa penyakit Hansen adalah sebuah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini adalah tipe penyakit granulomatosa pada saraf tepi dan mukosa dari saluran pernapasan atas dan lesi pada kulit adalah tanda yang bisa diamati dari luar. Bila tidak ditangani, kusta dapat sangat progresif, menyebabkan kerusakan pada kulit, saraf-saraf, anggota gerak, dan mata. Tanda-tanda penyakit kusta, yaitu adanya bercak tipis seperti panu pada badan/tubuh manusia, pada bercak putih ini pertamanya hanya sedikit, tetapi lama-lama semakin melebar dan banyak, adanya pelebaran syaraf terutama pada syaraf ulnaris, medianus, aulicularis magnus serta peroneus dan sebagainya. Dapat dilihat lebi lanjut pada http://penyakitlepra.com/.
    Untuk mengobati penyakit kusta, yaitu dengan perawatan secara terintegrasi dan dengan mengkonsumsi obat seperti obat herbal yang memiliki kemampuan untuk menyembuhakan penyakit kusta dengan cepat dan efektif. Salah satunya obat herbal Ace Maxs yang merupakan obat herbal penyakit kusta. Obat herbal yang terbuat dari bahan alami pilihan yaitu dengan kandungan kulit manggis dan daun sirsak dapat membantu menghambat penularan virus penyebab kusta dan mematikan secara efektif sehingga penyembuhan lebih cepat.
    Sumber: library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-zulkifli2.pdf.
    Terima kasih dan semoga bermanfaat^^

    BalasHapus
  20. Suadah artikel yang sangat bagus :) sangat informatif sekali.
    Penyakit Lepra menjadi penyakit yang mengerikan karena penyakit Lepra merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang menyerang saraf perifer dan kulit penderita.
    Izin menambahkan mengenai hal-hal yang menjadi gejala dari penyakit Lepra adalah pada tahap awal kusta ditandai dengan timbulnya kelainan warna kulit, bisa berubah menjadi lebih terang atau bercak putih, kulit menjadi lebih gelap, dan kemerahan pada kulit. Kemudian pada tahap selanjutnya terjadi perubahan bentuk kulit berupa penonjolan kulit. “Gejala lainnya kulit menjadi mati rasa sehingga penderita mudah sekali terkena luka karena tidak muncul rasa sakit ketika terluka.
    Dapat dilihat selengkapnya pada link dibawah ini
    https://ugm.ac.id/id/berita/9668-kenali.kusta.sejak.dini
    Terimakasih Suadah,semoga bermanfaat untuk kita semua :)

    BalasHapus
  21. ciee suadah artikelnya keren bingits, menarik dan informatif ! :D
    ternyata penyakit lepra disebakan bakteri jahat ini toh, linda baru tahu. hehe
    pemaparannya sudah cukup bagus su , untuk menambah wawasan alangkah baiknya bisa dibuka sumber ini http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/120/jtptunimus-gdl-winarsiha2-5951-3-babii.pdf. di sumber ini dijelaskan faktor-faktor yang menyebabkan infeksi kusta seperti umur, jenis kelamin, faktor imunitas dan lain lain. Untuk lebih jelasnya silahkan dibuka dan dibaca ya suu sumbernya. Semoga bermanfaat suadah cantik, oh iya sebaiknya untuk referensi dsertakan daftar pustaka dari buku agar lebih memeprkuat lagi, terima kasih suadah

    BalasHapus
  22. pembahasan artikel yang sangat menarik suadah. sangat memnberi informasi bagi kita semua para pembaca. tapi adakah kita ketahui mengapa sih penyakit ini dapat menular dan terus menerus terjadi? hal ini disebabkan populasi kusta masih ada. Selama penderita kusta masih ada, dia berpotensi menularkan penyakit ini ke orang lain. Tetapi harus diingat bahwa penularan kusta memerlukan kontak yang intens, sehingga sering dijumpai pada orang serumah; dan orang bisa tertular kalau dia mempunyai kekebalan tubuh yang lemah. Kemungkinan penularan melalui pernafasan. Tetapi tidak semua orang yang kontak dengan pasien kusta otomatis tertular. seperti yang dilansir pada http://www.antammedika.co.id/id/news/article/18/Penyakit-Kusta-Masih-Adakah-di-Indonesia.html semoga bermanfaat ya suadah tambhan informasi dari saya. selamat sore :)

    BalasHapus
  23. artikel yang baik dan sekaligus serem melihatnya. ternyata bakteri jenis ini sangat pathogen dan obligat. hanya ingin menambahkan tentang antigen bakteri ini bisa di cek disini http://www.biologiedukasi.com/2014/11/mengenal-lebih-dekat-mycobacterium.html. terimakasi :)

    BalasHapus
  24. artikel yang sangat menarik dan informatif, pemaparan suadah dalam artikel ini sudah cukup jelas, di sini saya hanya ingin menambahkan sedikit info mengenai penyakit lepra, ternyata penyakit lepra dapat disembuhkan denga ekstrak teripang emas, sesuai dengan yang saya baca dalam artikel http://caramengobatihepatitis.com/cara-mengobati-lepra.html. semoga bermanfaat, terimakasih :)

    BalasHapus
  25. Pemamparan yang sangat menarik, bakteri ini sangat mengerikan yaa, mohon izin menambahakan tentang bakteri Mycobacterium leprae, Mycobacterium leprae yang intra seluler obligat yang pertama kali menyerang susunan saraf tepi, selanjutnya menyerang kulit, mukosa (mulut) saluran pernafasan bagian atas, sistem retikulo endotelial, mata, otot, tulang dan testis. Penyakit kusta adalah salah satu penyakit menular yang menimbulkan masalah yang sangat kompleks. Masalah yang dimaksud bukan hanya dari segi medis, tetapi meluas sampai masalah sosial, ekonomi, dan psikologis. Faktor sosial ekonomi memegang peranan, makin rendah sosial ekonomi makin subur penyakit kusta, sebaliknya sosial ekonomi tinggi membantu penyembuhan.
    Adapun info lebih lengkap dapat diaskes pada:
    http://eprints.undip.ac.id/42543/2/BAB_II.pdf

    Terima kasih atas informasinya, sangat bermanfaat Suadah :)

    BalasHapus
  26. Ya Allah Suadaah penyakit ini sangat menyeramkan sekali :( Nauzubillah min dzalik..

    Tambahan utk artikel Suadah nih yaa hehe, berdasarkan sumber http://penyakitlepra.com/

    penyakit lepra mudah ditularkan melalui serangga seperti nyamuk, kutu busuk, dan benda yang dipakai penderita. Mereka yg tidak tertular penyakit lepra, memiliki ketahanan tubuh yang baik. karena penyakit lepra dibagi menjadi lepra ringan (lepra tuberkoloid) dan lepra berat (lepra lepromatosa)

    Terima kasih susuadaaaah ^^ semangaaaaat so sweet >.</~~

    BalasHapus
  27. Artikel yang dibuat oleh Suadah sangat informatif dan menarik :) Setelah saya membaca artikel ini saya menjadi lebih tahu mengenai penyakit kusta. saya hanya ingin memberikan informasi, bahwa kusta dapat tersebar di daerah tropis dan sub tropis yang panas dan lembab, terutama di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Jumlah kasus terbanyak terdapat di India, Brazil, Bangladesh, dan Indonesia. untuk itu, kita haruslah lebih menjaga kesehatan dan lebih waspada lagi, karena kita bertempat tinggal di daerah tropis.
    Sumber: eprints.undip.ac.id/42543/2/BAB_II.pdf

    Terima kasih Suadah :)

    BalasHapus
  28. terima kasih suadah :)
    wah mengerikan yaaa kusta ini penyakit yang ulserasi -.-
    di artikel yang zakiyah baca http://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/guide/leprosy-symptoms-treatments-history anak-anak lebih rentan terjangkit kusta daripada dewasa, symptom yang terlihat adalah hilangnya rasa di tangan dan kaki dan otot terasa lemas :)

    BalasHapus
  29. Artikel yang sangat menarik tentang pembahasannya Suadah.._^,,saya setuju dengan penjelsan suadah kalau bakteri lepra menyerang kulit kita..serta penyebaranya juga dari kuli-kekuli lain tetapi tidak semua kulit bisa terinfeksi bakteri ini...hanya tambahan sedikit kecuali kulit yang memiliki tingkat sifat sensitif yang tinggi yang bisa langsung tertular..

    Terima kasih..:-)

    sehingga kita

    BalasHapus